Dunia Barat Gencar Serukan "GO GREEN", Sementara Mereka 'CEBOK' Pakai Tisu

Apa yang terlintas dipikiran kita ketika mendengar kata “western” atau “dunia barat”? Mungkin gedung-gedung bertingkat, atau kehidupan keluarga dengan gaya hidup tinggi, pergaulan bebas, atau mungkin kemajuan tekhonologi? Apapun yang kita pikirkan tentang “dunia barat”, semuanya tidak terlepas dari pandangan kita terhadap ilmu pengetahuan yang berkembang pesat disana.

Namun tahukah kita, kehiupan super canggih yang dianut masyarakat Barat ternyata menyimpan sebuah kemunafikan  yang terselubung dalam gaya hidup mereka? “Ceboklah pakai air untuk menjaga lingkungan”, sebut saja begitu.
Ditengah gencarnya badan lingkungan hidup dunia mempromosikan “go green” yang dipelopori oleh dunia barat untuk mengurangi efek dari pemanasan global, sadar atau tidak mereka ternyata mereka jugalah penyebab dari pemanasan global. Mengapa?

Hal kecil yang mungkin tak terpikirkan kita adalah mereka ‘cebok’ pakai tisu, dari mana tisu berasal? Berapa hektar hutan ditebang hanya untuk hal bodoh membersihkan kotoran dengan pohon-pohon yang ditebang kemudian diolah menjadi tisu? Dan seberapa efektifkah tisu dalam membersihkan tubuh? Bagaimana bila kita membersihkannya dengan air?
Sebagai contoh, letakkan kotoran di tangan kiri anda lalu bersihkan dengan tisu. Di tangan sebelah kanan lakukan hal yang sama. Letakkan kotoran lalu bersihkan dengan air, tangan sebelah mana yang lebih bersih? Kanan atau kiri? 

Kita sama-sama menyadari bahwa populasi manusia semakin bertambah, sementara lahan semakin sedikit karena dijadikan areal pemukiman. Akibat keserakahan manusia dalam mengelola alam, pelan-pelan alam ini mulai berbicara dengan isyaratnya, mereka marah lewat banjir, tanah longsor dan gejala alam lainnya. Lalu terkuburlah manusia dengan keserakahannya, namun mengapa hal ini tidak juga menyadarkan kita?

Jauh dari itu semua, bukankah masih banyak hal penting lainnya yang bisa kita manfaatkan dari batang-batang pohon yang ditebang? Terlalu konyol pohon-pohon yang bila dibiarkan hidup bisa menjadi paru-paru dunia harus ditebang hanya untuk menjadi alat ‘pembersih kotoran’.

Fakta
  1. Dari majalah Tissue World yang terbit pada edisi Juni-Juli 2010, terdapat sebuah artikel yang ditulis oleh salah seorang aktivis lingkungan Amerika yang bernama Noelle Robbins yang berjudul "Cleaning with water, a better alternative Flushing Forest". Pada artikelnya disebutkan bahwa gaya hidup masyarakat Amerika yang menggunakan tisu toilet telah menyebabkan kerusakan besar pada ekosistem hutan yang ada di dunia. Bagaimana tidak, berdasarkan studi yang dilakukan, untuk membuat 3.2 juta ton tisu toilet setara dengan menebang pohon sebanyak 54 juta batang pohon.
  1. Setiap roll tisu dalam proses pembuatannya membutuhkan sebanyak 37 galon atau setara dengan 140 liter air. Setiap harinya, orang amerika rata-rata menghabiskan 57 lembar tisu toilet, dan ini setara dengan penggunaan air 3, 7 galon sehari. Jika dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat asia yang cebok dengan menggunakan air, sekali cebok setiap orang rata-rata hanya memerlukan 0,03 galon air. Jumlah yang sangat jauh jika dibandingkan dengan air yang dipakai untuk pembuatan tisu toilet.

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Dani Smiler - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger